-->

Perbedaan Gojek Dan Grab | Sejarah dan latar Belakang berdirinya

Perbedaan Gojek Dan Grab | Sejarah dan latar Belakang berdirinya. | Dulu, Sebelum hadirnya Ojek Online. Untuk menikmati Ojek yang terpercaya adalah dengan menyimpan Kontaknya. Mereka yang kita sebut Ojek Panggilan. Sampai saat inipun masih ada yang menggunakan jasa ojek panggilan. Karena memang sudah tidak terjadi lagi penawaran untuk destinasi yang sama. Namun, itu masih bersifat pribadi dan terbatas untuk ruang lingkup kenalan atau kerabat.

Nah, Terpikirlah adanya konsep Ojek Online, rasa Ojek Pribadi yang bisa dinikmati secara luas oleh orang banyak. Di samping dapat menjanjikan tepat waktu dan simple dalam menggunakan aplikasi. Setidaknya, Itulah yang mendasari yang mendasari hadirnya Ojek Online, sperti Gojek, Grab, Uber dan Ojek Lainnya. Disamping memberikan solusi bagi pengguna, juga menjadi Peluang kerja bagi yang memiliki Kendaraan nganggur di Rumah. Bahkan juga rela Kredit Motor untuk ikut menjadi Driver Ojek Online.

Tak ada Modal Cash untuk beli Motor? Ajukan Pinjaman : KTA Bank DBS

Namun apa yang menjadi Perbedaan Gojek dan Grab ?

Perbedaan Gojek Dan Grab | Sejarah dan latar Belakang berdirinya

Untuk menjelaskan Perbedaan Gojek dan Grab, mari kita bahas satu persatu, dimulai dari GoJek (GoRide).

GoJek


GO-JEK ialah salah satu perusahaan teknologi asal Indonesia yang meluangkan layanan angkutan melewati jasa ojek. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2010 di Jakarta oleh Nadiem Makarim. Layanan GO-JEK terdapat di kota besar di Indonesia ,yakni : Jabodetabek, Bali, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, Palembang, Semarang, Solo, Malang, Yogyakarta, Balikpapan, Manado, Bandar Lampung, Padang, Pekanbaru dan Batam. terhitung pada bulan juni 2016, software GO-JEK sudah didownload sebanyak nyaris 10 juta kali di Google Play pada sistem operasi Android. sekarang pun ada guna iOS, di App Store.

Dengan hadirnya pemakaian jasa GO-JEK menciptakan adanya kesenjangan salah satu tukang ojek pangkalan. Pada tanggal 9 Juni 2015 seseorang dalam akun Path menyebutkan insiden bahwa pengemudi GO-JEK yang dipesannya diusir oleh tukang ojek pangkalan di Kuningan, Jakarta Selatan yang tidak terima rezekinya dirampas. Dua kali dia memanggil sopir GO-JEK, dua kali pula pengemudi GO-JEK lari sebab takut dipukuli tukang ojek pangkalan. Akhirnya dia naik ojek pangkalan dengan tarif jauh lebih mahal dibanding tarif sopir GO-JEK. Sekadar diketahui, tarif ojek GO-JEK lebih pasti sebab ditentukan lewat software sehingga tidak butuh tawar-menawar.

Bahkan cara pembayaran tidak hanya Tunai, juga berlaku Non tunai yang bisa di Top Up di minimarket, transfer Bank dan Kartu Kredit

Belum Punya Kartu Kredit, Ajukan sekarang : Apply Kartu Kredit

Kontroversi GO-JEK dengan ojek pangkalan terjadi sebab adanya perbedaan logika. Ojek pangkalan memegang teguh logika "sopan-santun". Di dalam pangkalan ojek ada tidak sedikit norma-norma sosial yang mesti dipatuhi, laksana harus antre saat akan memungut penumpang dan tidak diizinkan mengambil penumpang di distrik yang bukan area-nya.

Sementara itu, logika GO-JEK ialah logika korporasi yang seluruh harus serba tertata dan pasti, baik dari sisi harga, pelayanan, dan asuransi. Ketika driver GO-JEK datang memungut penumpang tanpa antre dan tanpa mematuhi batas-batas wilayah, ojek pangkalan memandangnya sebagai perbuatan yang tidak mematuhi norma sosial pangkalan. Hal ini yang menyebabkan dua-duanya seringkali berkonflik.




Dengan hadirnya pemakaian layanan GO-JEK di Jabodetabek menciptakan perusahaan layanan transportasi pemesanan taksi asal Malaysia, GrabTaxi, meluncurkan software yang serupa GO-JEK yakni GrabBike. Layanan tersebut dikenalkan pada bulan Mei 2015.

Fitur dan Layanan GO-JEK

  • Pengiriman Barang (GO-SEND)
  • Transportasi Motor (GO-RIDE)
  • Pesan makanan (GO-FOOD)
  • Berbelanja (GO-MART)
  • Antar barang banyak/besar (GO-BOX)
  • Bersih-bersih (GO-CLEAN)
  • Kecantikan (GO-GLAM)
  • Pijat/refleksi (GO-MASSAGE)
  • Jadwal Transjakarta, dan pengantaran dari/ke halte terdekat (GO-BUSWAY)
  • Pesan tiket (GO-TIX)
  • Transportasi Mobil (GO-CAR)
  • Montir (GO-AUTO)
  • Obat Kesehatan (GO-MED)
  • Pulsa (GO-PULSA)
  • Belanja Barang (GO-SHOP)
  • Taxi BlueBird (GO-BLUEBIRD)
Setidaknya, pelebaran sayap layanan dari Gojek, menambah jarak Perbedaan Gojek dan Grab. Tapi bukan berarti Grab tidak akan mengahdirkan layanan serupa. Perlhan tapi pasti kini, Grab juga melayani Jasa Antar Barang dan Pesan Makanan.

Perbedaan Gojek Dan Grab | Sejarah dan latar Belakang berdirinya

Grab


Tidak jauh berbeda dengan Gojek. Grab (sebelumnya dikenal sebagai GrabTaxi) ialah sebuah perusahaan asal Malaysia yang melayani software penyedia transportasi dan terdapat di enam negara di Asia Tenggara, yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Filipina. Grab mempunyai visi guna merevolusi industri pertaksian di Asia Tenggara, sampai-sampai dapat memberikan ketenteraman serta kenyamanan untuk pemakai kendaraan seantero Asia Tenggara. Hingga bulan Maret 2015, jumlah pemakai Grab menjangkau 3,8 juta pemakai. Grab terdapat untuk sistem operasi Android, iOS, dan BlackBerry.

Di Indonesia, Grab melayani pemesanan kendaraan laksana ojek, mobil, dan taksi serta ekspedisi barang, pembelian makanan, dan penyewaan mobil. Saat ini Grab terdapat di 63 kota di semua Indonesia.

Disamping persamaan, tetntu juga ada perbedaan. Inilah perbedaanya :


Sementara untuk Perbedaan Tarif antara Gojek, Grab dan UBer, Anda bisa membacanya di artikel: Yuk Lihat Perbedaan Model Layanan hingga Tarif Uber, Gojek dan Grab

Demikian informasi yang berkaitan dengan perbedaan Gojek dan Grab. Semoga menambah wawasan Anda dalam berkendara. Atau memacu Anda untuk menciptakan Armada Online berikutnya? Tidak ada yang tidak mungkin.


Salam Sukses.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Perbedaan Gojek Dan Grab | Sejarah dan latar Belakang berdirinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel